Dokter sebut semua penyakit anak berisiko sebabkan gangguan ginjal

Elshinta
Kamis, 24 November 2022 - 20:23 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Dokter sebut semua penyakit anak berisiko sebabkan gangguan ginjal
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Semua penyakit yang diderita anak dapat berisiko menyebabkan gangguan ginjal akut, kata dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A.

"Semua penyakit yang diderita anak bisa menyebabkan gangguan ginjal akut. Ketika anak sakit, yang harus dimonitor juga adalah warna kencing, jumlah kencing dan itu yang harus dilaporkan ke dokter untuk mengetahui ringan atau beratnya," ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada itu, dalam webinar di Jakarta, Kamis (24/11).

Gangguan ginjal sendiri merupakan kondisi di mana satu atau kedua ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik.

Lebih lanjut, dr Denta mengatakan gangguan ginjal disebabkan oleh berbagai hal seperti trauma atau pendarahan hebat yang dapat menyebabkan fungsi ginjal menurun, dehidrasi, penyakit infeksi, auto imun, keracunan dan penyakit ginjal sebelumnya.

"Anak dan bayi sangat rentan dehidrasi, minum kurang, tidak kencing, itu bisa merusak ginjal. Infeksi seperti gangguan pernapasan, pneumonia ketika infeksinya menjadi berat punya risiko tinggi menjadi gangguan ginjal akut," kata dr Denta.

Dia mengatakan bahwa gangguan ginjal pada anak dapat dicegah, salah satunya adalah selalu mencukupi kebutuhan cairan pada anak.

Pada bayi di bawah enam bulan, kebutuhan ASI-nya harus tercukupi. Misalnya pada bayi dengan berat badan 8kg maka kecukupan cairan per harinya adalah 800 ml, sedangkan balita kurang lebih 1.500 ml.

Akan tetapi, takaran cairan tersebut bukanlah patokan baku. Menurut dr Denta kecukupan cairan disesuaikan dengan kondisi anak.

"Kalau di Jakarta lagi panas dan anak banyak aktivitas ya harus ditingkatkan cairannya. Kalau anak lagi demam, ya kebutuhan cairannya akan lebih tinggi," ujar dr. Denta.

"Tapi sebenarnya jangan seberapa banyak anak minum, tapi juga yang penting seberapa sering anak kencing. Dalam enam jam setidaknya 1-2 kali kencing, kalau kencingnya jernih berarti cukup. Itu yang harus selalu dievaluasi oleh orangtua," lanjutnya.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan ginjal adalah menjaga agar anak tidak sakit. Orangtua harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar tidak menularkan penyakit pada anak.

Selain itu, orangtua juga wajib memberikan vaksinasi lengkap terhadap bayi dan anak serta tidak boleh mengkonsumsi obat di luar anjuran yang sudah ditetapkan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Dokter sebut kebas tak kunjung hilang berpotensi gejala neuro HIV
Jumat, 09 Desember 2022 - 20:19 WIB

Dokter sebut kebas tak kunjung hilang berpotensi gejala neuro HIV

Elshinta.com, Dokter spesialis saraf RSUP Fatmawati Jakarta dr. Arfan Mappalilu mengatakan bahwa ke...
Obesitas dapat tingkatkan risiko kecacatan pada janin
Jumat, 09 Desember 2022 - 17:21 WIB

Obesitas dapat tingkatkan risiko kecacatan pada janin

Elshinta.com, Dokter Spesialis Obstetric dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal dr. Lilia Mufida, Sp...
Kulit pria lebih berminyak dibanding perempuan
Jumat, 09 Desember 2022 - 13:23 WIB

Kulit pria lebih berminyak dibanding perempuan

Elshinta.com, Kulit pria ternyata lebih berminyak jika dibanding dengan kulit perempuan, demikian ka...
Tips pilih bahan makanan agar jadi santapan sehat dan lezat
Jumat, 09 Desember 2022 - 13:11 WIB

Tips pilih bahan makanan agar jadi santapan sehat dan lezat

Elshinta.com, Makanan sehat merupakan makanan yang memenuhi prinsip gizi seimbang, yaitu jenis bahan...
BRIN sebut Stevia potensial dikembangkan untuk substitusi pemanis sintetis
Jumat, 09 Desember 2022 - 08:59 WIB

BRIN sebut Stevia potensial dikembangkan untuk substitusi pemanis sintetis

Elshinta.com, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) P...
Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  
Kamis, 08 Desember 2022 - 14:07 WIB

Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  

Elshinta.com, Dengan adanya perubahan cuaca yang terjadi di Pegunungan Tengah, personel Pos Tima Sat...
BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS
Rabu, 07 Desember 2022 - 12:55 WIB

BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencabut izin edar obat sirop produksi PT Ra...
Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin
Selasa, 06 Desember 2022 - 16:55 WIB

Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin

Elshinta.com, Salah satu risiko komplikasi yang paling umum terjadi pada diabetesi adalah luka pada ...
Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio
Senin, 05 Desember 2022 - 22:44 WIB

Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio

Elshinta.com, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa orang tua yang menolak...
 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 
Senin, 05 Desember 2022 - 17:45 WIB

 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 

Elshinta.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasion...

InfodariAnda (IdA)