Zelenskyy desak sekutu Ukraina segera kirim senjata berat
Elshinta
Kamis, 23 Juni 2022 - 12:19 WIB |
Zelenskyy desak sekutu Ukraina segera kirim senjata berat
Arsip - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Rumania Klaus Iohannis dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi di Kiev, Ukraina, 16 Juni 2022. (Ludovic Marin/Pool via Reuters/as)

Elshinta.com - Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak negara-negara sekutu Ukraina untuk mempercepat pengiriman senjata berat untuk menandingi Rusia dalam pertempuran.

Desakan itu disampaikan Zelenskyy di tengah serangan udara dan artileri besar-besaran Rusia di seluruh wilayah Donbas, Ukraina timur.

"Kami harus membebaskan wilayah kami dan mencapai kemenangan, tetapi dengan lebih cepat, jauh lebih cepat," katanya dalam pidato video yang dirilis Kamis pagi.

Dia mengulangi permintaan Ukraina soal senjata yang lebih besar dan lebih cepat.

"Ada serangan udara dan artileri besar-besaran di Donbas. Tujuan penjajah di sini tidak berubah, mereka ingin menghancurkan seluruh Donbas secara bertahap," kata dia.

"Itulah kenapa kami menekankan lagi dan lagi agar pengiriman senjata ke Ukraina dipercepat. Yang kami butuhkan segera adalah kesetaraan di medan tempur untuk menghentikan armada jahat ini dan mengusirnya ke luar perbatasan Ukraina," kata Zelenskyy.

Semakin beratnya pertempuran di Donbas terlihat dari laporan kantor berita Tass yang mengutip kelompok separatis pro-Rusia.

Mereka mengeklaim telah merebut sebagian besar Vovchoyarivka, sebuah desa yang berjarak 12 km dari kota Lysychansk.

Jika klaim itu benar, Lysychansk berada dalam ancaman besar terkepung oleh pasukan Rusia.

Ketika pertempuran sengit berlangsung di Donbas, pasukan Rusia terus menghantam kota terbesar kedua Kharkiv di dekat perbatasan dengan Rusia.

Serangan Rusia pada Selasa dan Rabu di Kharkiv menjadi yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

Kota itu sempat menjalani kehidupan normal sejak Ukraina memukul mundur pasukan Rusia bulan lalu.

Pemerintah Ukraina menilai serangan di Kharkiv, yang dikabarkan telah membunuh sedikitnya 20 orang, sebagai langkah Rusia untuk memaksa Ukraina menarik pasukannya dari medan-medan pertempuran utama di Donbas guna melindungi warga sipil.

"Penjajah Rusia tidak berhenti membombardir warga sipil," kata gubernur wilayah Kharkiv Oleh Synehubov di aplikasi pesan Telegram.

"Ini adalah bukti bahwa kami tak bisa mengharapkan skenario yang sama seperti di Chernihiv atau Kiev, di mana pasukan Rusia mundur di bawah tekanan," kata dia.

Pertempuran di kota Sievierodonetsk –garis depan di wilayah timur di mana ratusan warga sipil terperangkap di sebuah pabrik kimia– diwarnai saling klaim antara Ukraina dan Rusia sebagai penguasa kota itu.

Gubernur wilayah Luhansk Serhiy Gaidai mengatakan pada Rabu malam bahwa pasukan Rusia terus menambah tentara di Sievierodonetsk untuk mengepung tentara Ukraina.

Dia menolak klaim Rusia bahwa militernya telah mengendalikan kota itu.

"Pertempuran masih berlangsung," kata dia di televisi Ukraina. "Pasukan Rusia tidak punya kendali penuh."

Rusia mengatakan tentara Ukraina di Sievierodonetsk terjebak. Moskow pekan lalu memerintahkan mereka untuk menyerah atau mati setelah jembatan terakhir di atas sungai Siverskyi Donets dihancurkan.

Di Rusia, api terlihat membakar sebuah kilang minyak yang jaraknya hanya 8 km dari wilayah Donbas yang dikuasai kelompok separatis pro-Rusia.

Pengelola kilang menggambarkan insiden itu sebagai serangan lintas batas oleh dua pesawat nirawak pada Rabu.

Belum ada komentar dari pihak Ukraina tentang serangan itu.

Kiev biasanya tidak mengomentari laporan serangan terhadap infrastruktur Rusia di dekat perbatasan, yang pernah mereka sebut sebagai "karma" atas serangan Rusia di Ukraina.

Di bidang diplomatik, para pemimpin Eropa pada Kamis akan memutuskan secara formal tentang keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dalam pertemuan puncak di Brussels, Belgia.

Meskipun hanya simbolis, langkah itu akan membantu mengangkat moral rakyat Ukraina setelah empat bulan terlibat konflik berdarah yang telah menewaskan ribuan orang, mengusir jutaan lainnya dan menghancurkan kota-kota.

Rusia telah lama menentang kedekatan Ukraina, negara pecahan Uni Soviet, dengan kelompok negara Barat seperti Uni Eropa (EU) dan aliansi pertahanan NATO.

Zelenskyy mengaku telah berbicara dengan 11 pemimpin EU pada Rabu tentang keanggotaan Ukraina dan akan melakukan pembicaraan lebih banyak pada Kamis.

Sebelumnya dia mengatakan dirinya yakin 27 negara anggota EU akan mendukung keanggotaan Ukraina.

"Kami pantas mendapatkannya," kata Zelenskyy kepada masyarakat Amsterdam lewat tautan video.

Para diplomat mengatakan Ukraina perlu waktu satu dekade atau lebih untuk memenuhi kriteria menjadi anggota EU. Namun para pemimpin EU mengatakan blok itu harus menunjukkan iktikad untuk mengakui pengorbanan Ukraina.

Perang di Ukraina telah berdampak sangat besar pada ekonomi global dan keamanan Eropa.

Kenaikan harga gas, minyak dan pangan telah mendorong EU untuk mengurangi ketergantungan mereka yang besar pada energi Rusia.

Perang itu juga telah mendorong Finlandia dan Swedia untuk mengajukan keanggotaan NATO.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Diplomasi Jokowi ke Ukraina-Rusia diharapkan hasilkan gencatan senjata
Jumat, 01 Juli 2022 - 11:14 WIB
Guru Besar Hukum Internasional UI mengharapkan diplomasi Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia d...
China: Pernyataan PM Selandia Baru soal agresivitas China `salah`
Jumat, 01 Juli 2022 - 10:30 WIB
Kedutaan Besar China di Selandia Baru mengatakan bahwa komentar Perdana Menteri Selandia Baru Jacind...
Presiden Jokowi tiba di Abu Dhabi bertemu Presiden UEA
Jumat, 01 Juli 2022 - 08:11 WIB
Presiden Joko Widodo dan Iriana tiba di Abu Dhabi, Jumat, pukul 02.15 waktu setempat serta dijadwa...
Hampir 90 persen jemaah haji sudah di Mekkah
Jumat, 01 Juli 2022 - 07:55 WIB
Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Mukhammad Khanif mengatakan hingga saat ini sudah hampir 90 perse...
Presiden Jokowi bertolak ke Abu Dhabi usai bertemu Putin
Jumat, 01 Juli 2022 - 07:41 WIB
Presiden RI Joko Widodo bertolak menuju Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), usai bertemu Preside...
Putin: Barat makin kacaukan produksi pertanian global
Jumat, 01 Juli 2022 - 06:23 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ketidakseimbangan pasar pangan dunia merupakan konsekuensi ...
Putin sampaikan perkembangan terkait Ukraina kepada Jokowi
Jumat, 01 Juli 2022 - 06:01 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku menyampaikan secara detail perkembangan terkait Ukraina kepada...
Dubes RI dorong peningkatan kerja sama budaya Indonesia-Tunisia
Kamis, 30 Juni 2022 - 23:09 WIB
Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi bertemu dengan Menteri Kebudayaan Tunisia Hayah Qattat ...
Jokowi jadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Ukraina
Kamis, 30 Juni 2022 - 22:15 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo menjadi pemimpin pertama dari kawasan Asia yang mengunjungi Ukraina -...
Indonesia undang Ukraina dalam pertemuan menlu G20
Kamis, 30 Juni 2022 - 18:21 WIB
Pemerintah Indonesia mengundang Ukraina untuk hadir dalam pertemuan para menteri luar negeri (Forei...
InfodariAnda (IdA)