Menuju kemandirian, 105 Ponpes siap bentuk Badan Usaha Milik Pesantren
Elshinta
Kamis, 02 Juni 2022 - 12:55 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Menuju kemandirian, 105 Ponpes siap bentuk Badan Usaha Milik Pesantren
Sebanyak 105 pesantren ini akan menjadi role models bagi pelaksanaan Program Kemandirian Pesantren periode-periode berikutnya.

Elshinta.com - Kemandirian Pesantren yang menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memasuki tahap lanjutan. Sebanyak 105 Pesantren akan segera membentuk Badan Usaha Milik Pesantren (BUM-Pes).

"105 Pesantren ini akan menjadi role models bagi pelaksanaan Program Kemandirian Pesantren periode-periode berikutnya. Setelah memulai, maka sudah waktunya melangkah ke fase melembagakan," ujar Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasanuddin Ali, Selasa (1/5/2022) dalam rilis yng diterima redaksi Elshinta.

Sebelumnya, 105 pesantren tersebut telah mendapat pendampingan dari Kemenag baik dalam bentuk pelatihan bisnis, penyusunan konsep dan analisis usaha, juga permodalan yang sifatnya stimulan. Outputnya, dalam lima bulan terakhir, 105 pesantren tersebut telah membangun dan menjalankan unit usaha pesantren, baik rintisan maupun pengembangan dari usaha yang sudah ada.

Persiapan pembentukan BUM-Pes dimatangkan dalam rapat koordinasi yang digelar selama tiga hari, 30 Mei - 1 Juni 2022 di Jakarta. Forum ini menjadi ajang presentasi perkembangan bisnis perwakilan dari 105 pesantren, membahas dan mematangkan regulasi, serta brain storming pilihan bentuk kelembagaan bisnis yang akan diterapkan oleh masing-masing pesantren.

Dikatakan Hasanudin Ali, Kementerian sendiri tidak akan mengintervensi bentuk kelembagaan yang akan diterapkan. Pilihan itu akan diputuskan masing-masing institusi sesuai karakteristik pesantrennya.

"Lembaga bisa dalam bentuk PT (Perseroan Terbatas), CV (Persekutuan Komanditer), Koperasi atau bentuk lainnya. Hal penting yang perlu kami tekankan yakni bentuk dan struktur keorganisasian perlu mempertimbangkan sumber daya manusia serta karakteristik pesantren itu sendiri," tuturnya.

Lebih jauh, Hasanuddin Ali mendorong pesantren setelah membentuk organisasi bisnisnya untuk merancang rencana strategis jangka panjang.

"Jika kemarin kita bicara satu tahun ke depan, maka setelah terbentuk kelembagaan harus mulai merumuskan dan menetapkan target-target yang lebih besar setidaknya untuk lima tahun ke depan, mulai berpikir lebih besar lagi. Menjadi seorang entrepreneur itu ibarat menjadi pelari jarak jauh yang membutuhkan daya tahan dan kesinambungan. Daya tahan menghadapi tantangan, kompetisi, dan gelombang perubahan, dengan tetap mengacu pada target-target yang telah ditetapkan," papar Hasanuddin Ali.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur, menjelaskan, peningkatan kapasitas unit bisnis Pesantren menjadi BUM-Pes merupakan tahap dari pelaksanaan Program Kemandirian Pesantren sebagaimana terkonsep dalam road map atau Peta Jalan Kemandirian Pesantren.

"Kita ingin manfaat program kemandirian pesantren tidak hanya dirasakan oleh pesantren, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu nanti ditahap ketiga kita akan menuju fase pembentukan Pesantren Community Economic Hub. Jika ekosistem ekonomi ini sudah terbentuk maka kita memiliki satu kesatuan ekosistem ekonomi yang saling terkait dan saling menopang," terang Waryono.

Waryono meyakini peningkatan kapasitas menjadi badan usaha akan membuka akses kepada berbagai peluang seperti peluang pasar yang lebih luas dan peluang modal yang akan membuat pesantren makin berdaya. Selain itu, peningkatan kapasitas menjadi badan usaha akan memastikan adanya pengelolaan yang baik dan memastikan kesinambungan dari usaha yang dilakukan oleh pesantren.

Peluncuran pembentukan BUM-Pes  dan Gerakan Santripreneur dalam agenda Program Kemandirian Pesantren rencananya akan digelar secara resmi bersamaan peringatan Hari Santri 2022.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menu selera Nusantara tetap tersedia untuk jemaah selama puncak Haji
Kamis, 30 Juni 2022 - 19:42 WIB
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan jemaah calon haji Indonesia tetap akan mendapatk...
PPIH: Calon haji sakit tertunda dapat diberangkatan tahun depan
Kamis, 30 Juni 2022 - 12:39 WIB
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menyebutkan calon haji yang masih menjalani ...
Jadwal lempar jumrah JCH berubah akibat cuaca ekstrem
Rabu, 29 Juni 2022 - 20:35 WIB
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tahun ini melakukan perubahan jadwal lempar jumrah Aqabah, ter...
Jemaah harus waspada terhadap faktor pemicu penyakit jantung
Rabu, 29 Juni 2022 - 19:36 WIB
Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr Mohammad Rizki Akbar, Sp.JP(K) menyampa...
Petugas khusus Masjidil Haram diperkuat untuk beri rasa aman jemaah
Rabu, 29 Juni 2022 - 19:05 WIB
Seksi Petugas dan Keamanan Jemaah Daerah Kerja (Daker) PPIH Mekkah memperkuat personel guna menghada...
Kemenag putuskan tak ambil kuota tambahan haji
Rabu, 29 Juni 2022 - 18:32 WIB
Kementerian Agama memutuskan untuk tak mengambil kuota tambahan haji yang diberikan oleh Pemerintah ...
DPR RI apresiasi pelaksanaan Haji tahun Ini
Selasa, 28 Juni 2022 - 20:33 WIB
Pelaksanaan haji tahun 2022 mendapatkan apresiasi dari para anggota DPR RI yang saat ini melakukan k...
76.421 JCH Indonesia telah terbang ke Tanah Suci
Selasa, 28 Juni 2022 - 19:28 WIB
Fase pemberangkatan jemaah calon haji Indonesia 1443 H/2022 M akan berakhir pada 3 Juli 2022. Sampai...
Jemaah diimbau jaga kondisi selama bus shalawat berhenti beroperasi
Senin, 27 Juni 2022 - 20:47 WIB
Layanan bus shalawat akan berhenti beroperasi sementara mulai 5 Dzulhijjah menjelang puncak haji, se...
Dua calon haji Kloter 12 Embarkasi Batam batal berangkat karena sakit
Senin, 27 Juni 2022 - 20:22 WIB
Dua calon haji kloter 12 Embarkasi Hang Nadim Batam batal diberangkatkan ke Tanah Suci karena sakit ...
InfodariAnda (IdA)