Presiden Ukraina Tolak Usulan Prancis terkait Keanggotan Uni Eropa
Elshinta
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Presiden Ukraina Tolak Usulan Prancis terkait Keanggotan Uni Eropa
VOA Indonesia - Presiden Ukraina Tolak Usulan Prancis terkait Keanggotan Uni Eropa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa Ukraina harus menjadi kandidat penuh agar bisa bergabung dengan Uni Eropa, dan bukan bergabung dengan semacam perluasan dari “Komunitas politik Eropa” seperti yang diusulkan oleh Prancis. “Kami tidak membutuhkan opsi bagi pendaftaran Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa, kami tidak membutuhkan kompromi seperti itu,” kata Zelenskyy kepada reporter di Kyiv. Zelenskyy berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Portugis Antonio Costa yang sedang berkunjung. Presiden Prancis Emmanuel Macron menimbulkan kemarahan di Ukraina pada 9 Mei dengan mengatakan Ukraina akan perlu waktu puluhan tahun untuk menjadi anggota Uni Eropa dan seharusnya berusaha bergabung dengan “komunitas politik Eropa” sebuah versi lebih kecil dari Uni Eropa. Ukraina harus memenuhi standar yang berat dalam bidang pemerintahan, melawan korupsi, dan menegakkan hukum sebelum bisa diterima sebagai anggota Uni Eropa. Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, sebagian untuk menggagalkan kecenderungan Kyiv untuk bergabung dengan Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO). [jm/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Biden Ingin Seimbangkan Kepentingan dan Ideologi dalam Lawatan Timur Tengah
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Dalam lawatan ke Timur Tengah pekan depan, Presiden Biden dijadwalkan akan mendorong integrasi Israe...
Menang Pemilu, Kelompok Konservatif Jepang Berencana Revisi Konstitusi
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Koalisi konservatif yang berkuasa di Jepang memperoleh kemenangan besar pada pemilu legislatif hari ...
Jerman Bersiap Kemungkinan Rusia Hentikan Pasokan Gas 
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Gas alam merupakan sumber energi utama di Jerman. Sekitar setengah dari rumah tangga di negara itu m...
Jepang Adakan Upacara Mengenang Abe Sehari Sebelum Pemakaman
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Upacara peringatan mengenang mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diselenggarakan di Tokyo Senin...
PM Inggris Bertekad Lanjutkan Pekerjaan Hingga Serahkan “Mandat”
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Boris Johnson hari Senin (11/7) mengatakan ia bertekad untuk terus menjalankan program-program pemer...
Wapres Taiwan Beri Penghormatan Terakhir Bagi Abe
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Wakil Presiden Taiwan Lai Ching-Te hari Senin (11/7) tampak meninggalkan kediaman mantan Perdana Men...
Komandan Kapal Induk AS Puji Latihan Angkatan Laut RIMPAC
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Komandan kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln Kapten Amy Bauernschmidt hari Senin (11/7) memuji l...
KBRI Belum Berencana Evakuasi WNI dari Sri Lanka
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI di Sri Lanka mengatakan belum berencana mengevakuasi warga ne...
Lawatan Biden ke Timur Tengah: Antara HAM, Energi, dan Keamanan Regional
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Lawatan Presiden AS Joe Biden ke Timur Tengah pekan ini didominasi isu tingginya harga minyak dunia ...
Perdana Menteri Inggris Baru akan Diumumkan pada 5 September
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Graham Brady, pemimpin dari sekelompok legislator Konservatif yang kuat yang dikenal sebagai Komite ...

InfodariAnda (IdA)

Elshinta
CGTN INDONESIA

PM Kamboja temui Wang Yi