Senat AS Gagal Lanjutkan Pembahasan RUU Hak Aborsi Nasional
Elshinta
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Senat AS Gagal Lanjutkan Pembahasan RUU Hak Aborsi Nasional
DW.com - Senat AS Gagal Lanjutkan Pembahasan RUU Hak Aborsi Nasional

Pada Rabu (11/05), Senat Amerika Serikat gagal meloloskan RUU yang akan membuat keputusan penting Roe v Wade menjadi hukum negara. Pembatalan ini menenggelamkan upaya legislatif untuk menjadikan hak aborsi legal di seluruh AS.

Senat terdiri dari 50 anggota Partai Demokrat dan 50 anggota Partai Republik. Hampir seluruh anggota Demokrat mendukung Undang-undang Perlindungan Kesehatan Perempuan yang menjamin hak aborsi nasional. Sementara semua anggota Republik solid menentang tindakan itu. Hasil voting berakhir dengan selisih tipis, 51 suara menentang dan 49 suara mendukung RUU tersebut. RUU itu diperkirakan tidak akan disahkan. Namun, Ketua Fraksi Mayoritas Demokrat Senat Chuck Schumer pada Rabu (11/05) tetap mengupayakan pemungutan suara setelah draf opini tentang dokumen Roe v Wade bocor pada pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Joe Biden mengatakan, "Partai Republik di Kongres memilih untuk menghalangi hak orang Amerika untuk membuat keputusan paling pribadi tentang tubuh, keluarga, dan kehidupan mereka sendiri."

Sejatinya RUU itu diyakini akan memperluas perlindungan, membatalkan banyak undang-undang negara bagian yang menurut Partai Demokrat dan para pendukung hak aborsi telah melanggar keputusan asli tahun 1973. Secara umum, tujuan utama undang-undang tersebut adalah untuk mengkodifikasikan Roe v Wade ke dalam undang-undang federal, yang berarti akan lebih sulit bagi Mahkamah Agung untuk membatalkannya.

Nantinya, undang-undang juga akan menetapkan bahwa penyedia layanan kesehatan memiliki hak untuk menyediakan layanan aborsi dan pasien berhak untuk menerima aborsi.

Tidak seperti kebanyakan rekan mereka, Senator Republik Susan Collins dari Maine dan Lisa Murkowski dari Alaska mendukung hak aborsi. Namun, mereka menentang undang-undang yang diusulkan Demokrat, dengan mengatakan undang-undang itu terlalu ekspansif dan dapat mengancam beberapa kebebasan beragama yang ingin dilindungi oleh negara.

Harapan Demokrat dan pertentangan Republik

Langkah Demokrat selanjutnya masih belum jelas. Schumer mengatakan pada Selasa (10/05), "Kami akan terus berjuang dan kami akan mengejar jalan terbaik ke depan."

Meski kalah, Demokrat berharap pemungutan suara tersebut akan membantu mendongkrak lebih banyak kandidat mereka menang dalam pemilihan paruh waktu 8 November mendatang, sehingga undang-undang pro-aborsi dapat didukung oleh calon legislator yang akan mulai menjabat pada Januari 2023.

Sementara itu, Partai Republik mengecam RUU tersebut sebagai langkah radikal yang akan melampaui dari apa yang dijamin Roe. Senator Ben Sasse mengatakan akan sangat tercela secara moral untuk meminta penyedia layanan, seperti rumah sakit Katolik, untuk melakukan tindakan aborsi.

Di Amerika Serikat, tidak ada undang-undang yang mengizinkan atau melarang aborsi. Namun, aborsi diizinkan setidaknya sampai janin berusia sekitar 24 minggu. Dasar untuk ini adalah keputusan penting dari Mahkamah Agung AS tahun 1973 "Roe v Wade".

ha/yf (AFP, AP, dpa, Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Amnesty International: Vonis Mati di Indonesia Didominasi Tindak Pidana Narkoba
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Amnesty International (AI) Indonesia mencatat ada 114 vonis mati baru yang dijatuhkan sepanjang tahu...
Bencana Iklim Gandakan Potensi Perdagangan Manusia di India
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Migrasi adalah strategi bertahan hidup bagi banyak komunitas di India, terutama ketika menghadapi be...
Respons Pemimpin Dunia atas Tragedi Penembakan di Sekolah Texas
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Para pemimpin dunia terkejut dan mengungkapkan kekhawatiran serta duka mendalam atas penembakan yang...
Uni Eropa: Lebih dari 200 Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Seluruh Dunia
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Lebih dari belasan negara di mana cacar monyet mewabah, yang sebagian besar terjadi di Eropa, telah ...
Tandingi Kunjungan Menlu Cina, Australia Kirimkan Menlu Wong ke Kepulauan Pasifik
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, ditemani delegasi beranggotakan 20 orang sudah mendarat di Honiar...
Imran Khan Ultimatum Pemerintah Pakistan Umumkan Pemilu dalam Sepekan
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Sejak Rabu (24/5) tengah malam, sekitar 10.000 pendukung mantan Perdana Menteri Imran Khan dari berb...
Tiga Tokoh Oposisi Belarus Terima Penghargaan Karl Agung di Aachen
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Tiga tokoh perempuan Belarus menerima penghargaan Karl Agung yang setiap tahun diserahkan di kota Aa...
Rusia Klaim Kerahkan Senjata Laser Terbaru Dalam Perang di Ukraina
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Wakil PM Rusia Yury Borisov, dalam sebuah konferesi yang disiarkan secara nasional oleh TV Channel O...
Obat-obatan Herbal yang Terbukti Ampuh dalam Kedokteran Modern
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Manusia sudah mengekstraksi unsur berkhasiat dari tanaman sejak ribuan tahun lalu. Walaupun pengobat...
Baterai Vs Bahan Bakar Elektrik: Mana yang Lebih Baik?
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Di tengah kepopuleran kendaraan listrik Tesla, pamor mobil bertenaga baterai mulai mendominasi pasar...
InfodariAnda (IdA)